Sudahkah Indonesia menggunakan Energi Terbarukan?
Sudahkan Indonesia menggunakan energi terbarukan?
Hingga detik ini energi terbarukan sangat booming diperbincangkan. Lebih-lebih Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki potensi energi terbarukan yang berlimpah. Akan tetapi masih jadi pertanyaan buat kita, apakah sumber-sumber energi terbarukan di Indonesia sudah maksimal diupayakan?
Sama-sama kita tahu bahwa pengembangan energi terbarukan sangat membutuhkan lahan yang luas serta banyak biaya untuk memulainya. Namun akann jadi pertimbangan kita kembali bahwa sebenarnya energi terbarukan ini juga takkan pernah ada habisnya. Dan akan terus berkelanjutan jika dikelola dengan baik.
Di era 1970-an kemunculan konsep energi terbarukan ini mulai dikenal. Nah, pengembangan dan penggunaan energi fosil masih saja terbentuk. Namun hingga saat ini masyarakat masih tetap menggunakan energi berbahan bakar fosil berupa batubara, minyak bumi, gas alam, dan nuklir. Di mana energi fosil ini pasti akan menipis seiring berjalannya waktu, apalagi sudah berpuluhan abad energi fosil ini dimanfaatkan.
Kini mari kita bahas kembali, apakah Indonesia saat ini sudah dapat menggunakan energi terbarukan dengan baik? Yuk, kita bahas dan stay tune yak!
Baca juga : Aksi Anak Muda Jaga Bumi
Apakah Indonesia sudah menggunakan Energi Terbarukan?
Buds, sebenarnya energi terbarukan di Indonesia sudah mulai berjalan. Adapun emisi gas rumah kaca sebagai jawabannya. Mengapa? Karena telah disahkan dalam Amanat UU No. 16/2016 mengenai Pengesahan Paris Agreement. Inilah amanat dalam menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 29% yang akan ditargetkan pada tahun 2030.
Berasal darimana Energi Terbarukan?
Energi terbarukan sejatinya berasal dari alam makanya energinya dapat diperbaharui terus menerus tanpa batas. Karena sumber energinya dari alam ini sehingga minim polusi dan lebih aman jika digunakan untuk berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari kita.
Baca juga : Kunjungan ke CSR Aqua Solok
Apa-apa saja sumber energi terbarukan yang berasal dari alam ini, simak sebagai berikut :
1. Panas Bumi (Geothermal)
Panas bumi dikenal dengan sebutan geothermal. Geothermal ini berasal dari inti bumi dengan perkiraan sekitar 5.500 derajat celcius. Jumlahnya melimpah makanya tenaga yang dihasilkan sangat besar. Sehingganya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.
Bagaimana cara penggunaan geothermal oni? Tentunya energi panas bumi ini biasanya dilakukan dengan pengeboran dengan mencapai titik panas dari dalam bumi. Panas tersebut dihasilkan dialirkan untuk menggerakkan turbin yang digunakan untuk memutar generator dan menghasilkan energi listrik.
Pembangkit listrik geothermal ini dihasilkan berasal dari sumur dengan kedalaman sekitar 1,5 km. Sedangkan untuk kelebihannya yakni menyediakan sumber tenaga bersih, tidak terpengaruh cuaca maupun bahan bakar dalam pengolahannya serta tidak perlu lahan luas.
2. Tenaga Air
Tenaga air menghasilkan energi terbarukan alami dalam jumlah besar. Energi air punya jumlah yang amat melimpah. Nah, sangat disayangkan jika hanya digunakan untuk irigasi pertanian, rekreasi, dan kebutuhan manusia.
Bagaimana proses penggunaannya? Nah, konversi energi air ini memang relatif sederhana, yaitu cukup dengan menggunakan kincir air pada wilayah dengan aliran airnya sangat kuat sehingga dapat meningkatkan hasil energi yang banyak.
Untuk gerakan kincir air akan menghasilkan energi kinetik yang berguna untuk memutar generator serta menghasilkan energi listrik. Contohnya saja air sungai yang berhasil diubah menjadi sumber tenaga listrik di PLTA. Selanjutnya ombak yang mampu dikonversi menjadi tenaga listrik.
Gimana? Keren kan?
3. Biomassa
Biomassa merupakan sumber energi terbarukan yang berasal dari organisme. Seperti halnya kayu, rumput, kotoran hewan, limbah pertanian, dan limbah rumah tangga (biomassa). Material-material ini akan dimanfaatkan untuk sumber energi melalui berbagai proses kehidupan.
Bahan-bahan organik berupa kayu akan langsung digunakan sebagai sumber energi, sedangkan kotoran hewan, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian tentunya memerlukan proses tertentu untuk menghasilkan berbagai produk seperti biodiesel, bioetanol, biogas, dan bioavtur.
4. Cahaya Matahari
Cahaya matahari di alam Indonesia tentunya sangat melimpah ketersediaannya. Sederhana cahaya matahari dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan baju, hasil panen, pembuatan garam dan proses pengolahan sederhana lainnya.
Kemudian mulai memanfaatkan teknologi untuk mengubah pancaran sinar matahari tersebut menjadi tenaga listrik. Dikenal dengan panel surya yang biasanya dipasang pada atap rumah atau gedung, sistem ini juga banyak dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya.
5. Tenaga Angin
Tenaga angin diubah menjadi sumber tenaga dengan bantuan kincir angin. Energi mekanik yang dihasilkan kincir angin ini dapat digunakan langsung atau dikonversi menjadi listrik. Ketersediaannya juga melimpah di alam khususnya di daerah dekat pantai.
Gimana? Pasti sudah mulai paham kan?
Implementasi Energi Terbarukan di Indonesia
Energi terbarukan di Indonesia sangat berpotensi sehingga masyarakat terutama pemerintah akan terus gencar mengupayakan untuk pengembangan energi terbarukan ini. Beberapa contoh perusahaan besar di Indonesia sudah giat dan aktif untuk proses pengimplementasian energi terbarukan.
Seperti perusahaan Pertamina yang siap gandeng mitra AIPF (Asean Indo Pacific Forum). Di mana mengupayakan energi panas bumi dan diprediksi geothermal di Indonesia akan menjadi terbesar nomor 2 di dunia.
Dan yang paling mengejutkan minyak yang selalu bersisa atau minyak jelantah dapat menjadi salah satu sumber energi terbarukan lho. Bahkan banyal sumber energi lainnya yang bisa dimanfaatkan sebagai energi terbarukan.
Sekian artikelnya mengenai energi terbarukan kali ini. Sampai di sini dulu yaa, semoga bermanfaat.
Nah bener kak, minyak sisa hasil penggorengan sekarang dikumpulkan, bahkan ada yang menjemput kecrumah2 secara berkala
ReplyDeleteSejak 2 tahun lalu, aku udah enggak buang minyak jelantah karena di dekat rumah ada pengepul minyak jelantah. Awal² itu bingung mau buat apa jelantahnya, sampai sering kubuang di selokan dan pas hujan bikin mampet selokan. Setelah tahu bisa dimanfaatin dan jadi cuan, minyak jelantah enggak lagi terbuang. Semoga nanti semakin ke depan, minyak jelantah bisa dimanfaatin secara rumah tangga ya. ❤️❤️
ReplyDeleteEnergi terbarukan akan menarik untuk dimanfaatkan bila mempunyai harga murah dan mudah diaplikasikan.
ReplyDeleteKenapa PLTS di negri ini tidak digalakkan sejak lama? Padahal itu yg paling minim polusi
ReplyDeleteTerus terang saya awam tentang hal ini, tapi tulisan ini membuka wawasan saya ttg energi terbarukan ini. Terima kasih sharing infonya ya...
ReplyDeletekayaknya kalau di pulau jawa biomassa ini sudah mulai digunakan ya, mbak sebagai pengganti gas lpg
ReplyDeleteDi ciheras dulu ada pembangkit listrik tenaga angin yg dikembangkan oleh orang Indonesia lulusan Jepang, beliau merancang bangun juga mobil listrik bertenaga solar cell waktu itu..namanya pak Riki Elson
ReplyDeleteTenaga angin dan cahaya matahari selama bumi berputar memang tidak akan habis ya. Kedudukan Indonesia di wilayah khatulistiwa juga sangat bagus. Nah yuk kita dukung upaya pemerintah menggunakan energi terbarukan ini
ReplyDeletetetangga ada nih yang bersedia bantu jadi pengepul minyak jelantah, dibuat program sedekah jelantah yang ketika diambil pengolah dihargai, jadi bisa jadi cuan, uangnya disalurkan ke berbagai kegiatan masyarakat sekitar
ReplyDeleteSaya menunggu saat pemerintah membuat program seperti set up box TV kemarin untuk panel surya. Siapa tahu ada subsidi jadi harganya terjangkau.
ReplyDeleteHarus support banget energi terbarukan ini. Sudah mulai juga untuk ngumpulin minyak jelantah sih
ReplyDeleteDulu waktu masih single, ibu saya selalu ingatkan untuk nggak buang minyak jelantah sembarangan karena bisa bikin mampet selokan. Jadinya dikumpulkan, tapi belum tau diolah jadi apa. Alhamdulillah sekarang mulai ada pengepul. Semoga makin banyak yang peduli lingkungan. Edukasi lewat tulisan ini juga, semoga bisa tersebar jadi banyak yang tau. Makasih Mbak
ReplyDeleteBeneran antusias nih jika minyak jelantah bisa jadi energi terbarukan, ngebayangin penggerak energinya bakal seperti apa.
ReplyDeleteIndonesia itu enggak kurang-kurang sumber energi terbarukan. Semoga bisa dikembangkan dengan baik dan bisa menggantikan energi fosil yg kian menipis dan merusak lingkungan.
ReplyDeleteKalau ditanya apakah indonesia sudah menggunakan energi terbarukan. Jawabannya, iya. Tapi, sayangnya belum dimaksimalkan. Aplagi EBT di Indonesia potensinya cukup besar.
ReplyDeleteNegara Kita alhamdulillah banyak sumber energi yang bisa dimanfaatkan secara maksimal ya aku malah baru tahu kalau minyak Jelantah bisa dimanfaatkan nih kayaknya jangan main buang2 saja harus ditampung
ReplyDeleteHayuuk bisa menerapkan energi terbarukan ini, karena kita punya beragam sumber yang bisa dijadikan alternatif nya
ReplyDeleteDi Indonesia sendiri banyak sekali sumber energi terbarukan ya..
ReplyDeleteSalut dengan pemerintah yang mungkin gak bisa segera tapi sudah berusaha perlahan mencari energi terbarukan minim jejak karbon.
Segala kemungkinan untuk meminimalisir membutuhkan dana yang gak sedikit.
Semoga pemerintah dan masyarakat bisa bekerjasama dengan baik untuk tujuan yang sama.
Saat ini Indonesia sudah mulai mengembangkan pengelolaan energi. Dengan inovasi maka energi terbarukan juga bisa jadi solusi dan meminimalisir risiko alam. Dengan pengelolaan sumber alam yang melimpah tentu energi terbarukan ini harus diaplikasikan apalagi dalam skala massive.
ReplyDeleteSayang nih di daerahku belum ada penjemputan minyak jelantah, padahal di daerah rumah lamaku ada. Semoga soon, deh.
ReplyDeleteKalo dari panas bumi gitu ada efek sampingnya gk sih kak? Aku sih agak ngeri ya klo pake panas bumi gitu takut ad kebocoran ato gmn gitu. Kaya yg kasus lumpur lapindo itu, itu kayanya jg krn kebocoran kan ya tp entah bocor dri apa krn aku jg gk begitu nyimak beritanya hehe. Btw Mksh infonya ya kak
ReplyDelete